Kamis, 05 Juni 2014

MASJID BAITUR ROHMAN

Masjid atau mesjid adalah rumah tempat ibadah umat muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid.

Masjid Baitur rohman berada di Dusun Sambiroto Desa Nampu Kecamatan Gemarang didirikan dengan cara swadaya murni dari masyarakat Dusun Sambiroto pada tahun 1988 untuk menggantikan langgar kecil yang terbuat dari kayu pada saat itu. Penulis kecil belajar mengaji dilanggar kecil juga kala itu. Seiring berjalannya waktu dan makin berkembangnya pertumbuhan jumlah penduduk, maka masjid yang ada perlu dikembangkan untuk menjadi lebih besar sehingga dapat menampung jumlah jemaat yang lebih banyak. Dengan segala upaya memohon bantuan dana dari Pemerintah Provinsi, insya Allah pada bulan Agustus 2014 akan dimulai pelaksanaan rehab. gedung masjid Baitur rohman dengan sumber dana dari Pemprov. Jatim.
Pelaksana dari rehab. Masjid dimaksud adalah Takmir Masjid Baitur rohman Dusun Sambiroto Desa Nampu Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun sendiri.



  
Gotong royong mendirikan soko guru
Empat soko guru masjid

Pembuatan atap bagian atas
Pengecatan genteng

SEBAGIAN KEGIATAN DARI REMAJA MASJID BAITUR ROHMAN



" Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat Jum'at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. " (Surah Al-Jumu'ah ayat : 9)

Rabu, 04 Juni 2014

Kelompok Tani " SAMBISARI TANI "


Kelembagaan petani (kelompok tani)  mempunyai fungsi: sebagai wadah proses pembelajaran, wahana kerja sama, unit penyedia sarana dan prasarana produksi, unit produksi, unit pengolahan dan pemasaran, serta unit jasa penunjang.
1.       Kelas Belajar, wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat,  pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera.
2.       Wahana Kerjasama, untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompok tani dan antar kelompok tani serta dengan pihak lain. sehingga usaha taninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan,
3.       Unit Produksi, Usahatani yang dilaksanakan secara keseluruhan harus dipandang  sebagai  satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas.
 Kelembagaan dapat berbentuk kelompok, gabungan kelompok, asosiasi, atau korporasi.  .Kelembagaan difasilitasi dan diberdayakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan para anggotanya.
Peraturan Menteri Pertanian, Nomor :   273/Kpts/ OT.160/4/2007, tanggal 13 April 2007, tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. Kelompok tani adalah kumpulan petani/ peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.
Menurut Mardikanto (1993) pengertian kelompok tani adalah sekumpulan orang-orang tani atau petani yang terdiri dari petani dewasa (pria/wanita) maupum petani-taruna yang terikat secara informal dalam suatu wilayah kelompok atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta berada di lingkungan pengaruh dan dipimpin oleh seorang kontak tani, sedangkan menurut Departemen Pertanian (2007), kelompok tani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan anggota/petani dalam mengembangkan usahanya 
     Kelembagaan Petani dan Pelaku Usaha Pertanian Lainnya merupakan :
1)      Kelembagaan petani dan pelaku usaha pertanian lainnya adalah organisasi yang anggotanya petani dan pelaku usaha pertanian lainnya dan dibentuk oleh mereka,   baik formal maupun non formal.
2)      Kelembagaan petani yang formal berupa koperasi petani dan atau bentuk organisasi badan hukum lainnya.
3)      Kelembagaan petani yang non formal dapat berbentuk kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan asosiasi petani.
4)      Kelembagaan petani tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan para anggotanya. 
          Gabungan kelompok tani terdiri dari kelompok tani-kelompok tani yang ada dalam satu wilayah administrasi desa atau berada dalam satu wilayah aliran irigasi petak pengairan tersier (Departemen Pertanian, 1980). Sedangkan Departemen Pertanian (2007) mengemukakan bahwa Gabungan Kelompok tani (Gapoktan) adalah kumpulan beberapa kelompok tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha.

C. Ciri Kempok Tani
Beberapa hal yang menjadi cirri kelompok tani adalah;
Saling mengenal, akrab dan  saling percaya diantara sesama anggota,
Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha tani,
Memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi  maupun sosial, bahasa, pendidikan  dan ekologi.
Ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama  anggota berdasarkan kesepakatan bersama.

D. Unsur Pengikat Kelompok tani
Adanya kepentingan yang sama diantara para anggotanya,
Adanya kawasan usaha tani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara para anggotanya,
Adanya kader tani yang berdedikasi untuk menggerakkan para petani dan kepemimpinannya diterima oleh sesama petani lainnya,
Adanya kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekurang kurangnya sebagian besar anggotanya,
Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program yang telah ditentukan.

E. Gabungan Kelompok tani
Gabungan beberapa kelompok tani yang berada dalam satu wilayah administrasi pemerintahan untuk menggalang kepentingan bersama secara kooperatif (Peraturan Menteri Pertanian , nomor :   273/Kpts/ OT.160/4/2007, tanggal 13 April 2007, tentang Pembinaan Kelembagaan Petani)
Wilayah kerja GAPOKTAN sedapat mungkin di wilayah administratif desa/kecamatan, tetapi sebaiknya tidak melewati batas wilayah kabupaten/kota.
Fungsi Gapoktan
Unit Usaha Jasa produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar (kuantitas, kualitas, kontinuitas dan harga);
Unit Usaha Jasa Penyediaan saprotan (pupuk bersubsidi, benih bersertifikat, pestisida dan lainnya)  serta  menyalurkan kepada para  petani melalui kelompoknya;
Unit Usaha Jasa Penyediaan Modal Usaha   dan menyalurkan  secara  kredit/pinjaman kepada para petani yang memerlukan;
Unit Usaha Jasa Proses Pengolahan Produk para anggota (penggilingan, grading, pengepakan dan lainnya)  yang dapat meningkatkan nilai tambah,
Unit Usaha Jasa Menyelenggarakan Perdagangan, memasarkan/ menjual produk petani kepada pedagang/industri hilir.
Proses Penumbuhan Gapoktan antara lain sebagaai berikut:
1.     Mengidentifikasi kelompok-kelompok tani yang mempunyai jenis usaha  hampir sama pada wilayah tertentu (sentra/kawasan pertanian).
2.      Setiap kelompok mengadakan koordinasi untuk bekerjasama antar kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.
3.     Melaksanakan pertemuan/musyawarah antar pengurus kelompok (yang mewakili kelompok) untuk membuat kesepakatan-kesepakatan usaha dengan skala yang lebih besar dalam upaya memperkuat posisi tawar (bergaining position).
4.     Membuat aturan-aturan  yang pengikat (sebaiknya secara tertulis) terhadap kesepakatan dari musyawarah antar kelompok tersebut serta sanksi-sanksinya apabila terjadi pelanggaran kesepakataan.
5.     Menentukan pengurus dari Gapoktan tersebut untuk melaksanakan kegiatan usaha bersama sesuai dengan kebutuhan Gapoktan tersebut. Penentuan pengurus Gapoktan harus dapat mewakili kepentingan  dari semua kelompok yang bergabung.
6.     Membuat Berita Acara yang diketahui oleh Instansi Pemerintah terkait.
7.     Adanya Rencana Usaha bersama (RUB)
Dengan bergabungnya kelompok tani tersebut dalam suatu wadah kelembagaan tani dalam bentuk Gapoktan, keberadaan petani akan lebih berdaya, yaitu sebagai berikut:
1.     Jumlah anggota produksi yang dihasilkan dapat terkumpul lebih banyak, karena setiap anggota/kelompok mengumpulkannya untuk kepentingan bersama.
2.     Kontinuitas hasil akan lebih mudah diatur, karena Gapoktan dapat memusyawarahkan rencana usaha kegiatannya bersama kelompok, sehingga jadwal tanam dan tata laksana kegiatannya dapat direncanakan sesuai dengan kebutuhan anggota dan kebutuhan pasar.
3.       Petani menjadi subyek, karena Gapoktan diharapkan dapat bernegosiasi dengan pihak mitra usaha sesuai dengan kebutuhan anggotanya.
4.     Petani mempunyai posisi yang lebih kuat dalam posisi tawar, karena dapat memilih alternatif yang menguntungkan serta dapat mangakses pasar yang lebih baik.
5.     Dapat menjalin kerjasama usaha yang saling menguntungkan dengan koperasi, baik sebagai anggota maupun sebagai mitra usaha.

F. Pengelompokkan atas Sistem Agribisnis
          Pengelompok petani dapat didasarkan pada aktivitas yang terkait dengan dunia pertanian menjadi lima kelompok kelembagaan.
          Pertama;  kelembagaan pengadaan sarana input produksi. Dalam kelompok ini misalnya termasuk kelembagaan kredit atau kelembagaan permodalan usahatani, kelembagaan pupuk yang mencakup mulai dari pengadaan sampai distribusinya, kelembagaan benih yang juga begitu  kompleksnya yang salah satu bagiannya kita kenal dengan struktur JABAL (Jaringan Benih Antar Lapang), serta kelembagaan penyediaan dan distribusi pestisida. Tiap kelembagaan memiliki aspek kelembagaan tersendiri dengan menerapkan aturan-aturan kerja yang datang dari norma-norma tertentu, penentuan hak dan kewajiban antar bagian; serta struktur organisasi yang menentukan bagaimana keterkaitan antar bagian tersebut.
Kedua; kelembagaan dalam aktivitas budidaya, mencakup kelembagaan tenaga kerja, kelembagaan irigasi mulai dari bentuk yang tradisional sampai kelembagaan bentukan pemerintah (Perkumpulan Petani Penmakai Air = P3A), kelembagaan lahan (land tenure) dalam hal tata hubungan antara pemilik dan petani penggarap, serta kelembagaan panen. Dalam kelembagaan panen dapat dilihat tata hubungan kerja antara dan kesepakatan antara pemilik tanah, petani bawon , petani yang melakukan kedokan , penderep , pembeli gabah atau pedagang pengumpul gabah, rombongan buruh panen yang diupah oleh pedagang yang membeli secara borongan, pemilik alat panen (tresher), dan lain-lain 8. Dengan mempelajari kelembagaan panen kita bisa belajar bagaimana menangkap makna suatu gejala (kemampuan konatif), dan tak hanya kognitif saja (mengenali suatu gejala). Melalui kemampuan imajinasi sosiologis, kita dapat memberi makna dari gejala di tingkat mikro menjadi makro9. Contohnya adalah penelitian Clifford Geertz tentang panen untuk menerangkan struktur sosial masyarakat Jawa pada era Tanam Paksa. Menurutnya, panen yang menggunakan sistem dengan upah tetap (bawon) merupakan gejala involusi pertanian ( welfare institution dan poversty sharing), dan perubahan menjadi sistem tebasan merupakan gejala melemahnya involusi tersebut.
Ketiga; Kelembagaan terkait dengan aktivitas pengolahan hasil produksi. Dalam tahapan ini misalnya termasuk pengorganisasian sebuah penggilingan padi ( huller) , pemrosesan pisang menjadi produk keripik pisang, dan pembuatan sirop markissa mulai dari aktivitas pembelian bahan baku sampai siap dipasarkan. Seluruh orang yang terlibat di dalamnya bisa diidentifikasi, mereka diikat oleh kepentingan yang sama, dan tunduk kepada kesepakatan- kesepatakan yang diakui secara bersama. Kelompok ini juga memiliki struktur karena ada perbedaan peran dan tingkat kekuasaan, serta jaring kekuasaan tersebut.
Keempat; kelembagaan pemasaran. Hal ini merupakan kelembagaan yang cukup kompleks. Dalam pengertian Purcell, analisis kelembagaan pada tataniaga  pertanian merupakan proses penyampaian suatu barang dari produsen ke konsumen, dimana efisiensi merupakan indikator kelembagaan yang penting. "The institution are important. They are the base of the behavioral decision process and are the center of change. .... it will be the interaction of the institution along the marketing continuum frim producer to consumer that determines the degree of coordination and total system efficiency achieved.... toward increased efficiency in marketing .... the focus of the attention is extended to include the interstage actionsand interactions"  Dalam pengertian ini sudah tercakup aspek kelembagaan (perilaku, proses pengambilan keputusan, dan interaksi) dan keorganisasiannya hubungan antar bagian (interstage action and interaction) .  Hubungan sosial dalam dunia perdagangan sangatlah berbeda, dimana hubungan bersifat tersekat-sekat (dispersal) . Umumnya seorang pedagang hanya mengenal pelaku setingkat di bawahnya dan setingkat pula di atasnya. Pedagang hasil pertanian misalnya, tidak mengenal seluruh pedagang dalam seluruh titik saluran mulai dari pedagang pengumpul di desa sampai dengan pedagang pengecer di wilayah tujuan. Seorang pedagang besar sayuran di pasar induk Jakarta misalnya tidak pernah bertemu dengan konsumen langsung, karena hanya pedagang sayur kelilinglah yang langsung bertemu muka dengan pembeli akhirnya.
Kelima; kelembagaan pendukung. Dalam kelompok ini termasuk kelembagaan koperasi yang sedemikian pentingnya bahkan diurus oleh satu departemen, demikian pula dengan kelembagaan penyuluhan pertanian (lihat Box 1), serta kelembagaan penelitian mulai dari penciptaan sampai dengan delivery sistem -nya yang membutuhkan suatu organisasi khusus. Apa yang terjadi pada kelembagaan penyuluhan adalah tidak terjadinya kesesuaian antara konsep-konsep ideal yang harus dijalankan dengan struktur yang dimilikinya. Atau, tidak ada kecocokan antara aspek kelembagannya dengan aspek keorganisasiannya. Untuk menampilkan sosok seorang "guru di pesantren",  "pendeta", ataupun "penasehat"; tak sesuai dengan strukturnya yang faktanya berada di bawah pemerintah, dimana ia harus bekerja dengan "memerintah". Ini karena posisinya yang merupakan subordinasi dari organisasi pemerintah. Permasalahan ini telah berdampak kepada tidak optimalnya pelaksanaan peran penyuluhan.
Kelompok Tani " SAMBISARI TANI " beralamat di Jl. Srampangmojo No. 4 Dusun Sambiroto, Ds. Nampu, Kec. Gemarang, Kab. Madiun KP : 63156. 
Budi Wuryanto Kepala Dusun Sambiroto 


 

Pengeboran Sumur Dalam
















Pelaksanaan Pengeboran Sumur Dalam

Salah satu aset Poktan Sambisari Tani
 















Rabu, 19 Februari 2014

Foto - foto Kegiatan bareng lan gotong - royong

Suasana khas dusun
 
Kerja bakti reresik dalan

Bebarengan gawe dalan nuju neng Kaligito

Gotong royong mbangun masjid

Ndandani dalan bareng-bareng

Budaya " Sambatan ndaut winih pari "

Malam resepsi mengeti dina Kamardikan RI

HAMBANGUN SEMANGAT GOTONG ROYONG



HAMBANGUN SEMANGAT GOTONG ROYONG
Lewat Media Internet

Saka : Mas Brengoz (Cah ereng-2 Lor G. Wilis)



Mandahneyo becike yen awake dhewe gelem ngluangkne wayah kanggo merenung lan ndelengperkembangan lan ngevaluasi apa-apa sing isih butuh didandani. paling utama terkait karo hubungan awake dhewe karo keluarga, sedulur, tangga, kanca, becik neng lingkungan paling cilik ana keluarga dewe-dewe, arepa mitra kerja sing tinggal neng panggonan sing adoh. apa awake dhewe wis menjalin komunikasi sing becik karo dekne kabeh ?.

Awake dhewe ngerti neng mata donya, Indonesia ngrupakne negara karo sistem kekeluargaan dhuwur. Neng antara pepadha anak bangsa sanuli urip rukun, tentram, bergotong royong lan padha tulung-tinulung. “ Nyawiji/rukun agawe santosa, crah agawe bubrah ”. Semboyan iki sing kerep didengung-dengungke. Yoiku, sawijining semboyan perjuangan bangsa neng masa nuli wektu ngrebut kemerdekaan saka tangan penjajah. Bab iki sepisan dadi pangilon anane kekompakan sing linuwih, dadine bangsa iki dadi bangsa sing gedhe, merdeka, nyawiji lan berdaulat. sakupama awake dhewe ora nyawiji, kebokmenawan bangsa iki arep tercerai-berai lan arep dadi negara-negara cilik sing gampang diatur saka bangsa liya.

Bebasan gotong royong digunakne dadi sawijing filsafat sing diwariske sacara turun temurun saka generasi bangsa Indonesia. Ning sakjerone perkembangan wektu saiki, budaya gotong royong koyo-koyo wis memudar lan kegentekne saka sikap individualisme lan materialisme sing dadi ciri khas era digital neng ngendi samubarang akses digampangna, transaksi ekonomi luwih cepet tanpa proses dawa. kabeh dadi sarwa instan. Aktifitas kabeh wong mung dilakoke karo mencet tombol. Pesen panganan mung karonombol nomor telepon/HP terus diterna neng ngomah, mbayar biaya blanja mung karo nombol nomor ATM wis terbayar, ngundang rapat akeh wong mung karo nombol HP bisa kekirim kabeh wong liwat SMS mawa nggawe komunitas kanggo nulung pepadha bisa dilakoke karo internet.

Gotong royong nduweni mubarang pangerten tandhang gawe kanthi bebarengan kanggo nggayuh tujuan bareng sing dilakoke karo adil lan tanpa pangarah. Tandhang gawe kanthi bebarengan neng kene nduweni jarwa padha tulung tinulung tanpa nyeje-pupuran kelas sosiale, suku, bangsa, ras, agama lan budaya sing diduweni. Apa dene tujuan bareng sing pengen dicapai budaya gotong royong yaiku kanggo wujudake kerukunan lan ketentraman tumprap bangsa Indonesia mawa bisa nyedhakake bangsa kanggo nggayuh tujuan nasionale.

Jaman oleh ngowah, ning guna sing karasakne karo anane semangat gotong royong aja nganti ilang. Nek dhikik masyarakat jero mupuk semangat gotong royong gampang banget khususe neng padesan diamergakne tingkat kesibukan masyarakat sing cendhek karo tandhang gawe dadi petani sing nunggu musim udan lan mung dilakoke esuk dina. Saiki, karo tingkat kesibukan masyarakat sing cukup padet neng ngendi mayoritas jenis pagawean malih saka pertanian menyang industri dadekne saben individu rekasa banget ngluangke wayah kanggo ngumpul bareng nglakoke kemempengan kemanusiaan yen ora dijadwal sesasi sadurunge.

Ning, kekuwatiran arep lunture semangat gotong royong neng era digital iki bisa dipadakake karo akehe fakta babagan kelinuwihan teknologi ngrupa internet sing bisa nuwuhake semangat gotong royong kabeh warga Indonesia nganti njaba negeri.

Jero internet ora ngenal wates negara, ras, kelas ekonomi, ideologi utawa faktor-faktor liya sing bisa ngambat ijolan pikiran. Internet yaiku samubarang komunitas donya sing sifate demokratis banget mawa nduweni kode etik sing dibekteni sagenep anggotane. Guna internet paling utama disakakne liwat kerjasama terus pribadi utawa kelompok tanpa ngenal wates antara lan wayah. kanggo luwih ningkatake kwalitas sumber daya manusia neng Indonesia, wis wayahe awake dhewe warga Indonesia nggunakne jaringan internet lan dadi kanggonan saka masyarakat informasi donya. Tambah canggihe internet mbokmenawakne awake dhewe kanggo padha berkomunikasi sacara ora kewates. Ora kewates ruang lan wayah, bokmenawa iki uga bisa dilakoke karo handphone. Ning, karo jejaring sosial kaya facebook neng internet, mbokmenawakne awake dhewe kanggo nemu kanca suwe sing ora tau ketemu amarga masalah panggon, nemu kanca-kanca anyar saka macem-macem wilayah, manehne informasi saka awake dhewe bisa kengerteni kanane. Kabeh bisa lan bokmenawa dilakoke neng jejaring sosial, lan tanpa kudu lungo teka panggonan.

Wektu iki kahananne wis beda, ning semangat gotong royong sing dilandasi kekompakan lan kebarengan seprana nganti wektu iki isih kudu terus dipupuk guna nangekake bangsa iki marang sing luwih becik ning mangsa ngarep kaya sing wis diconthoke para pejuang awake dhewe jero merdekakne bangsa Indonesia. Kapana lan neng ngendi wae wong bebarengan kanggo nutugake pagawean lan nggayuh tujuan bareng, sing mbutuhake anane semangat gotong royong sing kuwat ben tujuan bareng bisa kegayuh. Para ahli komunikasi ngomongke, ora ana siji wonga neng donya iki sing bisa nggayuh kesuksesan tanpa anane kerjasama karo wong liya kaya dene banggakne awak dhewe, yen kedadeyan wong kuwi arep dadi pangarep jero arti sabenere sisan ngandung tantangan sing ora kalah linuwihe. mung dekne kabeh sing bisa, arep, lan gelem terus maju, arep dadi pangarep sing linuwih neng bidange.

Sarehne kuwi, tujuan bisa cepet lan gampang kegayuh nek awake dhewe gelem gotong royong. Kanggo kabeh warga negara indonesia, ayo awake dhewe gunakne internet kanggo kahuripan sing salah sijine yaiku mbangkitne semangat gotong royong. Bangsa iki nunggokake wong-wong sing arep tandhang gawe tanpa pangarah jero ndhuwuri multikrisis bangsa iki. Pemberantasan ngadhepi korupsi, narkoba, kembelingan remaja, katosan jero omah tangga (KDRT), katosan nang anak, lan liya liyane ngrupakne tanggung jawab awake dhewe kabeh.

Liwat jejaring sosial neng internet, kabeh masalah sing dialami jero keluarga masyarakat arepa awak dhewe bisa diakses lan dikabarke kekabeh donya. Sarehdene kuwi, wis wektune awake dhewe dadi kanggonan saka teknologi sing wis berkembang. Pira-pira cara sing bisa dilakoke warga kanggo nggunakne internet dadi piranti nuwuhake semangat gotong royong yaiku :

Nggawe Balai Akses Internet (BAI).


Balai akses internet (BAI) ngrupakne panggon nggoleki informasi melaui internet. Balai iki digunakne kanggo nggoleki informasi jero ngewangi warga ngluwari masalah sing diadhepi. kaya ta, masalah pertanian, ternak, kebonan, lowongan pagawean lan liya liyane. karo BAI iki, para aparat masyarakat bisa ngupadi kanggo nggoleki peluang bantuan jero mbangun lingkungane, ngono uga para pelajar bisa uga nggunakne BAI kanggo mimbuhi wawasan bab piwulangan. yen kabeh gelem kerjasama karo nggunakne BAI iki, mula pakoleh sing dicapai arep luwih maksimal. Samubarang contho, masyarakat arep nangani paving dalan. karo bantuan internet, sadurung nglakoni kanthi gotong royong, masyarakat bisa pangaweruhan babagan cara panatan paving, model, rega, kwalitas lan jenis paving sing dipengenke. lan sing paling penting, karo balai iki intensitas ngumpul warga tambah dhuwur lan nang akhire bisa nuwuhake semangat gotong royong.

Nggawe akunt facebook lan twiter kabeh warga.

Komunikasi sing becik kabeh warga bisa dadi positif kanggo kamajuan warga. karo tingkat kesibukan warga sing cukup dhuwur mbutuhake piranti komunikasi sing super canggih lan cepet yaiku faceebook lan twiter. Neng sela-selane kesibukan, awake dhewe gatekake masyarakat sibuk karo handphonne dewe-dewe dadine karo anane jejaring facebook lan twiter kabeh warga tetap bisa berkomunikasi ngantekne pesan kanggo kamajuan lingkunganne. Nang zaman saiki, handphone dudua barang mewah, ning kabeh wong nduweni saka ekonomi ngisor nganti dhuwur bahkan teknologi sing diwenehna wis cukup canggih yaiku uwis dicawis fitur kamera, radio, televisi lan internet. Kanthi akehe fasilitas internet sing diwenehna neng handphone menehake harapan awake dhewe kabeh kanggo bisa nggunakne teknologi iki kanggo ngembangkne akunt facebook lan twiter. Bab iki kayekten karo anane akunt twiter presiden Indonesia sing wis sampai sayuta anggota. Bab iki mbuktekne mbokmenawa masyarakat mbutuhake banget komunikasi terus sing bisa dijawab saka aparat bersangkutan. Karo akunt iki kabeh warga bisa meruhi kaanan wargane lan semangat gotong royong bisa tuwuh lan ngrembaka amarga anane komunikasi sing becik tumprape pepadha.

Nggawe Wibesite Desa

Neng internet, wis akeh promosi sing munculkne saka produk panganan lan wedang, sekolah, panggon wisata lan liya liyane lewat wibesite. Ning, sethithik wibesite babagan kaanan lan perkembangan desa. Sarehdene kuwi, wis wektune saka pamerentah puser menehake instruksi kanggo nggawe wibesite desa. Karo wibesite iki, pamerentah puser, propinsi, daerah lan desa sing liya meruhi kaanan lan perkembangan masing-masing desa. Dana bantuan ngrupa undhak-undhakan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, lan kemempengan sosial bisa cepet diwenehna nek desa kesebut mbutuhake banget bantuan karo ndeleng website desa. karo wibesite iki, bantuan ora mung diwenehna saka pamerentah ning upaden utawa warga masyarakat mawa warga asing arep melu ngewangi karo anane pawarta sing diwenehna saka kabeh elemen masyarakat liwat jejaring sosial internet.
Saka pirang-pirang cara neng dhuwur, mesti akeh meneh guna sing disakakne kanggo nuwuhake semangat gotong royong. Butuh kawruhan, kabeh hal didonya iki ana sisi positif lan negatif, tergantung sapa sing nggunakne dheweke. Kaya uga lading landep, kanggo opo?. Tergantung awake dhewe kanggo nggunakne, nuli ana pilehan saka loro sisi sing nduwe mungsuh. Sarehdene kuwi, yen awake dhewe arep merenung, mikir lan mlangkah jero nggunakne internet dadi piranti kanggo nuwuhake semangat gotong royong neng era digital iki, mesti akeh cara lan ide sing diolehi. Muga-muga awake dhewe bisa njupuk sing paling becik saka kemajuan teknologi, sisi positif saka gunakake internet ugo nuwuhake semangat gotong royong neng Indonesia.

Tim Sepak Bola Sambiroto


" SAMBIROTO FC "
 Laskar Watu Simbar

Pelindung : Budi Wuryanto (Kasun)
Pimpinan Club : Kukuh Purwito
Official Pelatih : Wijarnoto & Yuwono
Anggota Tim : 26 Orang


Sekretariat : Jl. Srampang Mojo No. 1 - Lap. SDN Nampu 02, Sambiroto